Sebentar lagi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri dibuka.
Mau kuliah tapi gak punya biaya? Bidikmisi Solusinya. Tapi harus tau
dulu bidikmisi itu untuk siapa. Well, Banyak yang tiba-tiba jatuh miskin
kalau dengar beasiswa bidikmisi. Bagaimana tidak, beasiswa ini sangat
menggiurkan. Beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang kurang
mampu namun memiliki prestasi ini, sering kali TIDAK TEPAT sasaran. Satu
alasan kenapa hal ini terjadi yaitu tidak jujur dan tidak bertanggung
jawab. Berambisi mendapatkan beasiswa ini tak apa, asalkan jujur dan
bertanggung jawab. Karena ketika kamu mendapatkannya dengan cara yang
tidak baik, kalau kamu ketahuan kamu akan kehilangan bidikmisi di tengah
jalan, digunjingkan sebagai koruptor versi mahasiswa dan bisa di Drop
Out dari kampus dan kalaupun tidak ketahuan kamu pasti masuk neraka.
Wihh… mengerikan juga yah. Kenapa? Karena dana yang dialokasikan untuk
beasiswa bidikmisi ini berasal dari APBN, secara otomatis kamu mencicipi
uang rakyat. Kata Ketua Permadani Diksi Nasional “ Nafas kita
(Mahasiswa Bidikmisi) berasal dari uang rakyat”. But, agar terhindar
dari api neraka *mudah-mudahan dan mendapatkan beasiswa bidikmisi,
berikut 10 tips yang bisa meyakinkan dirimu layak menerima beasiswa
bidikmisi.
Pastikan
kamu memenuhi kriteria utama, yakni kurang mampu dan berprestasi. Kalau
kamu lari dari kedua kriteria ini, berarti kamu berambisi negatif.
Meskipun niatnya tidak mau merepotkan orang tua dengan jalan mendapatkan
beasiswa, banyak koq beasiswa di kampus yang cocok untuk semua
mahasiswa yang mau mendapatkannya. Di semua jalur seleksi bidikmisi
mengharuskan pendaftarnya untuk melengkapi borang di web beranda
bidikmisi(kecuali bidikmisi pengganti on going). Nah di sana ada borang
khusus untuk informasi ekonomi dan prestasi. Dalam pengisian ini, tidak
menutup kemungkinan ada yang melakukan manipulasi. Contohnya ketika
diminta mengupload foto rumah bagian depan, ada yang mengupload foto
rumah bagian belakangnya sebagai foto rumah bagian depan. Contoh lain,
ketika diminta untuk mengupload data prestasi non akademiknya, tidak
menutup kemungkinan ada yang mengirimkan piagam yang bukan miliknya.
Intinya harus jujur dan bisa dipertanggungjawabkan. Kamu bisa apply
beasiswa ini ketika kamu masuk dalam kuota sekolah yang
direkomendasikan. Kalau tidak yah, gak bisa daftar juga.
2. Persiapkan berkas
Sebelum
mendaftar, kamu harus mempersiapkan beberapa item selain nilai raport.
Seperti foto kamu, Kartu Indonesia Pintar, BSM, Surat Keterangan tidak
mampu, tagihan rekening listrik, tagihan rekening air, sertifikat
kegiatan, foto rumah, foto keluarga, tagihan Pajak Bumi Bangunan dan
item lainnya. Pastikan semuanya lengkap dan jangan lupa diarsipkan.
Karena setelah pengumuman bidikmisi, beberapa universitas meminta
hardfile-nya bagi yang lolos.
3. Isi borang/formulir dengan teliti
Ketika
mengisi borang/formulir isilah dengan seksama, jangan sampai ada yang
terlupakan. Setelah diisi, pastikan dicek kembali sebelum disubmit.
Setelah semua fiks, cetak Data diri pendaftar dan kartu pendaftaran
bidikmisi. Penulis pernah mendapati calon mahasiswa yang lolos jalur
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, dia bilang kalau dia
lolos bidikmisi, tapi setelah mengecek namanya di bagian administrasi
ternyata tidak ada. Mahasiswa tersebut menunjukkan kartu pendaftaran
bidikmisinya kepada penulis, dan juga print out Data Diri Pendaftar
Bidikmisinya. Setelah penulis cek kembali, ternyata ada kesalahan di
pemilihan pekerjaan ibu. Pekerjaan ibunya hanya mengurusi rumah tangga,
sementara di data diri yaitu TNI/ABRI. Calon mahasiswa ini merasa kecewa
karena tidak lolos bidikmisi, meskipun lolos SNMPTN. Intinya harus jeli
dan jangan terburu-buru saat mengisi formulir
4. Pilih Jalur Masuk yang tepat
Jalur
masuk perguruan tinggi untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi pada
umumnya ada 3, yaitu SNMPTN, SBMPTN dan SMMPTN(Jalur Lokal) namun ada
pula beberapa perguruan tinggi yang menerima mahasiswa bidikmisi melalui
bidikmisi tambahan. Berikut penjelasannya:
- SNMPTN merupakan jalur masuk Perguruan Tinggi tanpa tes secara nasional. Hanya melalui tahap penyeleksian berkas.
- SBMPTN merupakan jalur masuk perguruan tinggi melalui tes tertulis secara nasional dan juga praktek untuk beberapa jurusan tertentu.
- SMMPTN adalah jalur masuk perguruan tinggi melaui tes tertulis dan juga praktek secara local.
- Tambahan adalah jalur seleksi yang dibuka untuk mahasiswa semester awal yang belum beruntung di ketiga jalur seleksi diatas.
Saat
memilih jurusan, kamu harus lihat background kamu. Kalau kamu dari
jurusan IPS atau setara dengan IPS, kamu sebaiknya pilih jurusan yang
tidak jauh dari bidangmu yaitu jurusan Soshum. Kamu juga sebaiknya
memilih jurusan Saintek jika kamu berasal dari jurusan IPA. Sekedar info
nih, di tahap seleksi ada 3 pilihan jurusan yaitu IPA,IPS dan IPC. Pada
jurusan IPA, kamu hanya bisa memilih jurusan Saintek saja, pada jurusan
IPS juga kamu hanya bisa memilih jurusan soshum dan pada jurusan IPC
kamu bisa pilih semua jurusan yang kamu suka. Satu keunggulan buat kamu
anak IPA, peluang kamu lolos ketika ambil IPC akan bagus, terlebih lagi
jika pilihanmu jatuh di soshum. Dalam memilih Jurusan , usahakan kamu
memilih jurusan lain yang juga kamu sukai yang menjadi cadangan. Perlu
kamu ketahui, nilai mata pelajaran yang berkaitan dengan jurusan yang
kamu pilih sangat berpengaruh dan juga kegiatan ekstrakurikuler dan
perlombaan yang relevan.
6. Pilih Universitas/PT yang tepat
Universitas
yang kamu pilih, usahakan Universitas terbaik yang kamu yakini dan
sanggupi. Universitas yang baik dan bergengsi salah satunya bisa
diketahui dari akreditasinya. Sekedar Informasi, Universitas Tadulako
sendiri saat ini berakreditasi B. Tidak semua perguruan tinggi memiliki
program beasiswa bidikmisi. Cari juga informasi kuota penerima bidikmisi
universitas yang akan kamu tuju.
7. Banyak bertanya
Jangan
malu bertanya, kamu pasti tahu dong. Malu bertanya sesat di jalan. Tapi
kalo tersesat jalanin aja. No no no! Apa tujuan kamu bertanya? Untuk
menggali informasi tentang hal yang belum kamu ketahui atau pahami dari
beasiswa ini. Tenang saja, Kamu punya banyak jalan untuk bertanya dan
kepada siapa kamu harus bertanya. Bisa langsung atau melalui media
elektronik. Beberapa diantaranya adalah kakak kelas kamu yang sedang
mendapatkan beasiswa ini, pemberi beasiswa (ristekdikti), universitas
yang di tuju, Persatuan Mahasiswa dan Alumnii Bidikmisi Nasional dan
paguyuban bidikmisi di kampus yang kamu tuju(Paguyuban bidikmisi Untad
yaitu Permadani Diksi Untad)8. Berusaha
Saat
pengurusan berkas, jangan pernah patah semangat. Usahakan apa yang
sudah seharusnya kamu perjuangkan. Usaha terbaik kamu yaitu ketika kamu
masih mengikuti pelajaran di dalam dan luar sekolah dengan segenap
pundi-pundi prestasi yang kamu kumpulkan. Ingat perjuangan 2,5 tahun
kamu di sekolah. Jangan biarkan itu sia-sia. Jadikan dirimu lebih baik
dengan mendapatkan beasiswa ini. Apabila kamu tidak lolos di tahap
SNMPTN, jangan menyerah. Kamu masih bisa daftar di SBMPTN secara gratis,
kalau belum paham caranya silahkan baca poin 7 diatas. Jangan Cuma
daftar yah, belajar ekstra untuk itu. Jangan meremehkan soal sbmptn yah.
Kalau gak lolos lagi kamu bisa ikut seleksi mandiri bahkan tambahan
jika ada( teknis berdasarkan kebijakan universitas penerima)
9. Restu Orang tua
Minta restu orang tua kamu agar apa yang kamu lakukan lancar. Restu Tuhan adalah restu mereka. Terutama ibu kita.
10.Berdoa
Doa adalah cara yang paling mampu buat kamu tetap semangat, lebih yakin dan mendekatkan kamu pada tuhan.
ConversionConversion EmoticonEmoticon